MUHAMMAD GYBRAN AZHAR 8C 32 - Kulineran di Jogja

Assalamualaikum wr. wb.

Halo semuanya! Saya Muhammad Gybran Azhar atau Gybran dari SMP Labschool Jakarta. Kini saya adalah siswa yang menduduki kelas 8. Hari ini saya akan menceritakan mengenai liburan saya.

Sebagian besar dari libur panjang saya sebenarnya hanya sekedar bersantai di rumah dan berolahraga, namun bukan hanya itu yang saya lakukan selama berlibur. Pada hari Kamis tanggal 2 Januari 2025, saya berpergian ke Yogyakarta atau sering disebut Jogja bersama keluarga saya untuk berkuliner. Disana, saya telah menimati berbagai makanan yang sangat saya nikmati dan wajib kalian coba lebih dari sekali jika sedang berlibur ke Jogja.

Saya dengan keluarga saya berangkat menuju Jogja pada pukul 4 pagi dengan mobil. Kami berangkat pada pukul 4 pagi karena diperkirakan perjalanan dari Jakarta Timur menuju Jogja adalah sekitar lebih dari 8 jam, sehingga dapat diperkirakan sampai pada pukul 12 siang atau lebih.


Sebelum menuju Jogja, kami ingin makan siang di rumah makan Sate Buntel Bedjo. Di sana, kami menikmati sate buntel, tongseng, sate tusuk, dan yang paling penting, es teh manis. Di rumah-rumah makan dalam Solo, hal pertama yang kalian harus pesan adalah teh manisnya, karena tehnya menggunakan gula batu yang rasanya lebih enak dari gula pasir.
Sesampainya di Jogja, kami meminum kopi dahulu di Couvee. Kopi yang terkenal disana adalah kopi jawa. Nah, kebetulan di dekat Couvee adalah hotel yang kami akan menginapi. 
Setelah menikmati kopi, kami langsung check-in hotel dahulu sebelum ke tempat makan selanjutnya.

Sebelum terbenamnya matahari, kami sampai di Bakmi Gondok. Sudah pasti kami datang untuk menyantap bakmi gondok terkenalnya. Suasana tempatnya cukup nyaman dengan beberapa pohon yang menemani suasana makan kami dan orang lain di sana. Kami juga memesan teh jahe yang dihidangi dengan gula batu. Sesudah itu kami langsung berangkat ke hotel untuk beristirahat.

Pagi hari Jum’at, kami menghilangkan rasa lapar terlebih dahulu dengan memakan sarapan di hotel. Setelah itu, kami langsung berangkat ke Pasar Bering Harjo di sekitar Malioboro untuk berbelanja dan berkuliner. Kami menikmati memakan sate koyor dan soto sapi di Warung Bu Sum. Kami kembali ke hotel untuk bersih-bersih dahulu, lalu berangkat ke Tempo Gelato. Tempo Gelato merupakan toko es krim yang sangat terkenal di Jogja. Kami menikmati berbagai rasa es krim yang tersedia. Semua es krim memiliki rasa yang bervariasi dan direkomendasikan untuk dicoba.


Pada siang hari itu, kami makan di Candi Tirto Resto untuk menikmati berbagai macam makanan di sana. Setelah itu, kami berangkat ke Obelix Sea View yang berada di Gunung Kidul. Kami menikmati pemandangan dan mengambil banyak sekali foto. Di sana juga ada pertunjukannya yang sangat terkenal sehingga tempatnya menjadi sangat ramai. Kami menyantap pizza & fish n chips yang direkomendasikan untuk dicoba. Sepulang dari Obelix Sea View, kami makan di Sate Klatak Mak Adi lalu kembali ke hotel.

Pada Sabtu pagi, kami sarapan di hotel, lalu kami mendatangi Pasar Ngasem yang dekat dari Malioboro. Sedatangnya ke tempat tersebut, kami langsung disapa oleh keramaian Pasar Ngasem. Kami menikmati empal gentong, bronkos sapi, cara bikang, dan sendang ayu. Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah Wingko & Bakpia Ngasem Jogja. Kami membelinya untuk dimakan di hotel dan juga sebagai oleh-oleh.

Pawon Tempura merupakan tempat kedua yang kami datangi di hari itu. Di sini terdapat rahang tuna terkenal yang dibakar lalu dinikmati dengan sambal. Kami juga memesan lodeh salmon dan juga memesan pisang goreng sebagai dessert. Pada malam hari, kami memesan gudeg sebagai makan malam di hotel.


Sayangnya, hari Minggu adalah hari terakhir kami di Jogja. Karena esok harinya adalah hari pertama sekolah di semester kedua, kami harus berangkat pada pagi hari. Kami berhenti untuk makan siang di Rest Area Heritage KM 260B pada Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kami makan siang dengan berbagai macam makanan di Ciganea. Pada zaman dahulu, Rest Area Heritage KM 260B adalah sebuah pabrik gula yang didirikan pada tahun 1908. Pada tahun 2019, tempat ini sudah dioperasikan menjadi sebuah rest area dengan bagian-bagian dari bangunan yang masih ditetapkan. Selain itu, juga ada sebuah keunikan yaitu masjid yang berbentuk kotak.

Pengalaman saya berkuliner di Jogja memang tidak akan terlupakan. Kuliner khas Jogja ini tidak terkalahkan dengan kuliner Indonesia lainnya. Namun, liburan dan segala hal di dunia ini hanya sementara. Liburan saya diakhiri dengan awal sekolah semester kedua.

Terimakasih sudah membaca pengalaman saya berkuliner di Jogja pada tahun 2025. Semoga bermanfaat dan jangan lupa mencoba berbagai makanan-makanan khas Jogja yang telah saya sebutkan di atas. Mohon maaf jika ada salah, sekian dari saya.

Wassalamualaikum wr. wb.


Comments